RSS

Melalui Makanan, Aku Mengingatmu

“Sepertinya perut dan Dewa Martabak tidak berkehendak untuk mempertemukanku dengan martabak.”

Aku, enggak tahu kenapa tapi saat aku terbangun dari tidur hal yang pertama terlintas dalam kepalaku adalah “Aku mau martabak.” Keju dan cokelat, terpisah, bagian pinggirnya yang agak garing dan kejunya yang tebal serta lelehan susu kental manisnya. Kemudian berpindah ke cokelat serta kacang yang membuat aku menjilati bibir setelahnya. Tapi di Thailand tidak ada martabak seperti itu.

Hampir 3 minggu sekembalinya aku ke Jakarta dan perjuangan mencari martabak yang berkali-kali tidak membuahkan hasil, aku menyerah. Sepertinya perut dan Dewa Martabak tidak berkehendak untuk mempertemukanku dengan martabak. Hingga suatu malam, kamu muncul di pagar rumahku, mengangkat dua kotak martabak di depan wajahku yang kaget dengan mulut menganga. “Gak usah cari-cari martabak, biar martabak yang cari kamu.” Kamu mengusap-usap perut gembulku. And my life was complete at that moment😉 (Cavin Tondeo, 22, Aktor)

——-00——-

“Saya akui jenang buatan Eyang Putri memanglah enak.”

Makanan khas Jawa Tengah yang menyerupai dodol Garut ini memang memiliki kenangan tersendiri bagi keluarga. Jenang boleh dibilang adalah makanan yang wajib ada di setiap suasana kumpul keluarga, khususnya ketika hari raya. Jenang ini sendiri bukanlah makanan yang sengaja dibeli di pasar namun asli olahan Eyang Putri sendiri yang kini sudah berpulang ke sisi Tuhan. Semasa hidupnya beliau memang gemar membuat jenang, apalagi ketika anak-anak serta cucu-cucunya datang berkunjung. Rasanya saya masih ingat bagaimana wajah bangga beliau ketika tiba di ruang keluarga sambil membawa nampan berukuran cukup besar yang berisikan jenang yang masih hangat. Saya akui jenang buatan Eyang Putri memanglah enak. Dan tidak jarang pula, para tetangga pun kadang ada yang memesan jenang buatannya. Dan dari sanalah, Eyang Putri pun kadang selalu menjual jenang kreasinya ke pasar. Kini, sepeninggal beliau memang tidak ada lagi jenang yang rutin hadir di daftar menu. Namun, sesekali ketika semua anggota keluarga berkumpul termasuk ibuku, mereka berinisiatif untuk membuat jenang, ‘itung-‘itung mengenang almarhumah. Meski harus diakui hasilnya tidaklah selembut dan semanis buatan Eyang Putri. Jenang juga akhirnya bisa dikatakan adalah sebuah simbol bagi keluarga besar kami. Lengketnya jenang menggambarkan kedekatan setiap anggota keluarga meski telah berjauhan, sementara manisnya adalah gambaran betapa indah memori yang tercipta dari jenang itu sendiri. (Ade Eko, 27th, Karyawan Swasta)

——-00——-

“Jogja Chicken dan Hal-hal (Yang Saya Anggap) Tuntas”

Sejak peristiwa di sore hari 5 tahun yang lalu itu, saya sedikit trauma bila (diajak) makan atau sekadar lewat di depan Jogja Chicken Jalan Kaliurang. Di sanalah sebuah kisah ingin saya mulai dengan baik-baik, namun mau-tidak-mau harus saya akhiri sendiri sebelum sempat memulai. Gadis yang saya taksir sejak kelas satu SMA, sebut saja Nina, berulang tahun hari itu. Beberapa hari sebelumnya yang ada di otak saya cuma satu, menyiapkan satu kencan yang komplit: makanan, kado ulang tahun, dan akan saya nyatakan cinta saya padanya di sana. Lalu bertemulah kami. Hujan deras dan doa-doa pasca-Ashar yang (saya pikir) mustajab ikut pula menemani. Kami memesan makanan dengan jenis dan porsi yang sama: semangkuk nasi dan sepotong paha atas, kalau saya tidak alpha. Saya minum teh panas, dia es jeruk… ah entahlah! Selesai makan, mulailah saya kelimpungan mencari bahan obrolan sebagai prolog yang pas sebelum melakukan “aksi penembakan.”

Sadar pembicaraan sudah mulai kering, saya buru-buru menyela. Saya ucapkan selamat ulang tahun, lalu saya keluarkan kado yang sudah terbungkus manis dari ransel dan saya berikan padanya (maaf, saya tidak mau membahas apa isinya!). Kemudian dengan sedikit terbata, saya ungkapkan perasaan yang telah lama saya pendam. Dia cuma mengangguk dan tersenyum simpul. Bodohnya, mungkin karena gugup, saya tidak langsung menanyakan responnya. Sehari setelahnya hingga beberapa minggu (bahkan bulan) berikutnya, komunikasi kami mulai renggang. Bertemupun jarang. Setiap kali saya berhasil mengontaknya dan, tentu saja, menyoal respon dia terhadap perasaan saya, dia hanya bilang “aku nggak bisa jawab…” atau justru tidak berkata apapun. Putus asa? Jelas. Dan akhirnya saya tahu dia resmi berpacaran dengan kawan satu fakultasnya. Bila ada yang bilang bahwa ketika kita harus move-on, seolah-olah masa lalu kita adalah aib, maka jadilah! Move-on lah! Karena memang bagi saya, hal (dan mungkin dia) itu jadi sesuatu yang begitu traumatis. Ya, aib. Selesai. Dan percayalah, persoalan cinta memang tak akan pernah setuntas ayam goreng ala Amerika. (Damar N. Sosodoro, 22th, Buruh Grafis)

——-00——-

“Makanan disini nama menunya pakai nama-nama orang, nama yang ndeso menurut kami.”

Magali, yak ini adalah tempat yang cukup murah dan juga sering dikunjungi gw dan juga temen-temen gw. Tempat yang cukup nyaman dan ada wifi adalah pilihan yang oke, harganya pun ga terlalu mahal. Pelayan disini cukup hafal dengan kelakuan kami yang kalau udah ngumpul dan bercerita “terlalu heboh” bisa sampai memecahkan gelas karena tidak sengaja kesenggol, dan pada saat bayar pasti selalu ditambah dgn biaya kerugian ganti gelas. Makanan disini nama menunya pakai nama-nama orang, nama yang ndeso menurut kami. Masakannya cukup enak, dan menu baru kroket panggang nya yg gede bs jadi pilihan yg enak disaat kantong pas-pasan. Karena harganya cuma 17.500 tapi gede dan keju melt nya kerasa banget. Disini pun ada kopi magali yang rasanya cukup enak kalo di celupin marshmallow🙂

Boleh dicoba kalo butuh tempat makan yang ga terlalu mahal dan ada wifi serta dijadiin tempat nongkrong yang lama bersama teman-teman karena buka dari jam 10pagi -11 malem.🙂 (Putri Sarah Amelia, 22th, Filmmaker)

——-00——-

1 | 2 | 3 | 4 | 56 |                                                      7                                                                 last page


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: