RSS

Si Bulat Hangat, Kudapan Mengenyangkan Pancakes Company

02 Oct

Oleh : Anisa Titisari

Ramah dan ceria, itulah sosok Irma Aulia Pratiwi, salah seorang pemilik kedai (baca: rumah) pancake di bilangan Sagan, Yogyakarta. Sore itu Irma yang berkerudung abu-abu tampak sangat ramah melayani pengunjung. Kedai yang disebutnya sebagai rumah tersebut adalah hasil dari pikiran idealisnya saat dirinya dinyatakan lulus dari jurusan Ilmu Hukum, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Perempuan muda ini tak ingin melanjutkan hidupnya dibelakang meja dan melakukan apa yang tak disukainya. Hasratnya adalah Pancake, makanan favoritnya sedari dulu. Ia pun bersama kedua sahabatnya, Astri dan Stevia yang sama-sama menyukai pancake, berusaha mewujudkan visi mereka dengan mendirikan sebuah tempat usaha penjualan pancake.

Sejatinya, pancake atau panekuk, sudah dikenal terlebih dahulu oleh bangsa Romawi sebelum masyarakat Eropa mengenalnya. Alita Dolcia (makanan manis) –bangsa Romawi menyebutnya- berbentuk bulat, datar dan tipis kemudian dimasak di atas wajan ceper. Bangsa Romawi biasa mengkonsumsi pancake dengan madu atau sirup buah-buahan. Menu ini selalu disantap sebagai menu sarapan dengan berbagai campuran seperti sirup Mapple, Blueberry, Raspberry, atau Strawberry disertai dengan potongan butter di atasnya. Setelah masyarakat Eropa mengenal pancake, makanan ini berkembang menjadi makanan yang memiliki beragam rasa, bentuk, serta nama di berbagai belahan negara Eropa. Seperti di Jerman misalnya, pancake dibuat dalam bentuk yang lebih padat dan terbuat dari kentang. Masyarakat Jerman sering menyebutnya dengan nama Pfannkuchen. Lain halnya dengan pancake tipis, garing dan renyah yang disebut dengan Crepes dan Galletes yang dibuat lebih mengembang dan tebal menyerupai roti oleh masyarakat Perancis. Di Indonesia sendiri, masyarakat lebih memilih meniru pembuatan pancake asli, namun tetap ditambahkan dengan berbagai macam topping rasa.

Kudapan berbobot ini juga tidak bisa disama ratakan sebagai makanan ringan atau selingan. Beberapa diantaranya menganggap menu ini sebagai menu berat. Kebiasaan mengkonsumsi pancake pun tidak sama di berbagai negara. Di benua Amerika, pancake biasa dijadikan sebagai menu sarapan pagi. Pancake juga berlaku sebagai selingan sore di Skotlandia. Sedangkan Belanda memperlakukan pancake sebagai menu makan malam mereka. Mengingat Belanda adalah negara yang sangat kental pengaruhnya untuk Indonesia, masyarakat kita pun akhirnya menganggap pancake adalah kudapan untuk malam hari. Oleh karenanya, pelaku usaha yang menjadikan pancake sebagai bidangnya, biasa memulai membuka tempat usahanya dimalam hari. Begitu pula dengan rumah pancake ini. Kedai ini menerapkan kebiasaan yang sudah ada dengan memasang jam operasional mulai pukul 16.00 hingga 23.00 malam.

Terinspirasi oleh grup band White Shoes and The Couple Company, ditahun 2010, tepatnya 30 Januari, Pancakes Company memulai debutnya untuk pertama kali. Terletak di Jl. Prof. Dr. Yohanes No.1060, Sagan, kedai ini terbilang sulit dikenali walau letaknya di pinggir jalan. Kedai ini juga tidak memiliki kecukupan ruang untuk pengunjungnya serta lahan parkir yang memadai. Menempati bekas toko pakaian, kedai ini diisi dengan sebagian besar perabotan rumah tangga pribadi yang sudah uzur dan tidak tepakai namun masih layak pakai, seperti sofa, meja, kursi jadul, dan hiasan-hiasan rajutan wool milik keluarga yang terpasang di dinding-dinding. Sofa coklat nan jadul menghiasi salah satu sudut ruangan kedai ini. Kursi berwarna hijau muda lembut dengan rangka besi yang masih berkilau juga memiliki kesan tersendiri bagi pengunjung. Hal yang sangat mencolok ketika memasuki kedai ini adalah dinding sepanjang 2 meter lebih yang memuat beragam bingkai poster unik bertema jadul yang sengaja dipasang memenuhi tembok. Ada juga deretan mug-mug dengan berbagai macam gambar yang bisa dipilih dan digunakan oleh pengunjung untuk pesanan minumnya. Konsep kedai yang menyerupai rumah ini tiba-tiba saja terbentuk seiring berjalannya waktu.

Menu yang ditawarkan kedai ini cukup banyak. Tak usah khawatir dengan ragam rasa dan kreasi topping Pancake, Poffertjest, dan Waffle-nya. Pancakes Company punya menu pancake andalan yaitu Pancake Coffee Oreo. Sajian roti gepeng dengan taburan biscuit oreo ini banyak disukai oleh pengunjung. Selain itu, masih ada Pancake Fruity Ice Cream, yaitu pancake dengan topping buah Strawberry, Dragon Fruit, apel, serta satu scoop strawberry ice cream lengkap dengan madu yang pasti sangat memanjakan lidah. Taburan keju yang menghias Cheese Pancake juga patut dicoba. Cukup mengeluarkan kocek  Rp. 13.000,00 saja pengunjung sudah dapat merasakan varian pancake yang paling mahal. Untuk bola-bola Poffertjest, hanya dengan Rp. 6.000,00 silahkan cicipi Original Poffertjest yang menggugah. Jika ingin isian yang lain, Blueberry Poffertjest bisa juga dijadikan pilihan. Saus manis blueberry-nya bercampur lembut dengan hangatnya Poffertjest. Varian Waffle-nya pun tak kalah unik. Waffle  berbentuk hati disajikan dengan saus dan es krim strawberry yang menjadikan Strawberry Waffle sangat dinikmati. Jika menu ala Eropa tersebut masih kurang memanjakan lidah, Pancakes Company masih punya deretan menu kudapan lokal seperti roti bakar dan pisang bakar. Tak ketinggalan varian menu pasta juga ikut meramaikan daftar menu kedai ini. Pasta favorit pengunjung adalah Pasta White Sauce Penne, sajian Penne dengan chicken sausage, mushroom serta cheese mayo sauce bisa dinikmati dengan harga Rp. 15.000,00. Long Maccaroni Smoked Beef dengan cheesy sauce juga tak kalah menarik perhatian pengunjung.

Pengunjung juga bisa memesan aneka pilihan teh dingin seperti Lemon Mint Tea yang sangat segar, Tarrik Tea, atau Choco Mint, campuran coklat dan mint yang sangat menggelitik lidah. Belum lagi tawaran Lampung Coffee, Black Coffee, dan Susu Tubruk yang semuanya disajikan panas hanya dengan harga Rp. 5.000,00. Tentu jangan lupakan Float and Shake yang berkisar di harga Rp. 10.000,00 saja.

Semua menu yang ditawarkan merupakan perkembangan signifikan yang terjadi saat ini pada Pancakes Company. Sebelumnya, mereka hanya memiliki tiga menu saja. Dalam satu hari, kedai ini pernah hanya menjual tiga porsi pancake saja. Perkembangan lain yang terlihat adalah jumlah pengunjung kedai yang tidak dapat dibilang sedikit, dimana sebelumnya mereksa sangat kesulitan dalam menarik minat pengunjung. Tepat saat kedai dibuka, sudah ada gerombolan pengunjung yang menempati kursi-kursi cantik dan langsung memesan menu yang diinginkan. Hal ini tak lepas dari promosi yang dilakukan tidak dengan cara yang usang yaitu menggunakan brosur atau sejenis pamflet seperti yang sudah-sudah. Mereka menggunakan teknologi masa kini yang sedang digandrungi oleh masyarakat melalui promosi social media. Jaringan sosial berupa Facebook dan Twitter yang sedang marak, menjadi jurus ampuh dalam memperkenalkan Pancakes Company ke khalayak ramai di kota Yogyakarta. Disamping itu, cerita dari mulut ke mulut para pegawai Pancakes Company yang notabene adalah mahasiswa aktif diberbagai perguruan tinggi Yogyakarta, dirasa sudah sangat membantu ruang promosi mereka. Pegawai-pegawai tersebut pun cukup sigap melayani para pengunjung yang sering membludak. Tak disangka, disamping cita rasa menu yang disajikan, pelayanan yang ramah dan hangat layaknya pancake, masih merupakan kunci dari sebuah tempat makan agar tetap dicintai oleh pengunjungnya.

Sumber foto: Facebook PANCAKE’S COMPANY

 
4 Comments

Posted by on October 2, 2011 in Tempat Asik, Uncategorized

 

Tags: , ,

4 responses to “Si Bulat Hangat, Kudapan Mengenyangkan Pancakes Company

  1. pancake's company (@pancakescompany)

    October 8, 2011 at 2:16 pm

    makasih reviewnya yaaa…sangat membantu kami…semoga banyak yang baca…hehe
    ayo mampir lagi ke rumah kecil kami ya…

     
  2. Melati Jasmine

    October 11, 2011 at 10:28 am

    sippp mau ahhhhhh kesanaaaaaaaaaaa lageeeee

     
    • kenyangbego

      November 29, 2011 at 4:27 pm

      Silahkan berkunjung..gak akan nyesel kok🙂

       
  3. bianca adelina

    August 5, 2012 at 1:57 pm

    bsok mau kesana aaahhh…sma suamiq tercinta

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: