RSS

Android, Hidangan Manis dari Google

20 Oct

Oleh: Anisa Titisari

Apa yang Anda pikirkan begitu mendengar nama cupcakes, donut, eclair, froyo, gingerbread, honeycomb, dan ice cream sandwich? Ya, itu semua memang deretan menu yang umum dikonsumsi sebagai hidangan penutup (dessert) yang lezat. Lalu, pernahkah Anda mendengar teknologi sistem operasi berbasis Android? Jika Anda penggemar teknologi, saya pastikan Anda sudah tak asing lagi dengan sistem operasi canggih yang sedang populer saat ini. Teknologi Android biasa dijumpai dalam gadget genggam Anda untuk mempermudah segala bentuk komunikasi antar manusia. Sejurus kemudian, ada hubungan apa taburan-taburan choco chips, meises, sweet candy, butiran-butiran kacang almond, remah-remah biskuit, lelehan coklat, hingga bentuk-bentuk lucu nan menawan yang kerap menghiasi sajian penutup ini dengan Android? Adalah benar bahwa sederet nama-nama dessert tersebut merupakan nama dari setiap versi Android. Tetapi, apa maksudnya?

Perlu diketahui, dessert berfungsi sebagai pelengkap dari tiga tahapan makan, yaitu appetizer, main course yang kemudian ditutup oleh suguhan menu-menu manis dan berpenampilan cantik. Saran penyajian dessert pun berbeda-beda. Ada yang lebih enak dikonsumsi dalam keadaan dingin seperti frozen yoghurt atau lebih mantap dikonsumsi selagi hangat, seperti roti jahe. Menu-menu ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Namun, seperti kata pepatah, ide bisa datang dari mana saja bahkan dari hal yang tak pernah terpikirkan sekalipun. Dalam kasus ini, makanan dari rumpun dessert tak luput dari sesuatu yang dapat memberikan sebuah inspirasi dalam dunia yang sangat berseberangan, yaitu teknologi gadget.

Awalnya, Android merupakan sebuah perusahaan independen, Android Inc. yang kemudian dibeli oleh Google Inc. Setelahnya, Google mempersatukan beberapa perusahaan membentuk suatu Open Headset Alliance, sebuah aliansi terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang ingin ikut mengembangkan teknologi ini. Sejak versi Android 1.5 (Cupcakes), Google telah mengklaim nama-nama yang digunakan adalah nama dessert sesuai dengan urutan abjad. Unik memang. Setelah Honeycomb (Android 3.0) versi teranyar saat ini, Android akan meluncurkan versi selanjutnya, versi 4.0 dengan nama Ice Cream Sandwich pada bulan November, 2011 mendatang. Sudah barang tentu topik yang beredar setelahnya adalah nama apa yang akan digunakan untuk versi abjad J dikemudian hari. Rumor menyebutkan, Jelly Bean akan menjadi nama Android versi kesepuluh. Lantas apa menariknya? Mengapa mereka memberikan nama-nama tersebut untuk produk mereka? Alasannya adalah agar mudah diingat.

Sejatinya, manusia akan lebih mudah melakukan sesuatu apabila menemukan sebuah ketertarikan. Begitu pula ketertarikan manusia dengan ragam dessert yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Siapa yang tak tertarik dengan warna-warni permen? Siapa pula yang akan menolak satu cone es krim? Atau siapa yang tak suka dengan gambar-gambar lucu yang tertera di atas sebuah cupcake? Visualisasi indah dan cantik inilah yang membuat manusia akan mengulik dan ingin tahu lebih dalam mengenai dessert. Sebagai contohnya, jangan heran apabila mereka mulai mencari dan mempelajari bahan-bahan serta cara pembuatan cupcake atau rela melancong ke Belanda hanya untuk mengetahui serta mencicip sensasi berbeda dari sebuah es krim. Mengutip sebuah ungkapan, “words by mouth is the most powerful word.” Dan benar saja, jika mereka menyukai es krim tersebut, biasanya mereka akan langsung berbagi cerita dan informasi secara detail kepada sanak saudara, kerabat, kenalan, atau siapapun yang dianggap perlu.

Kecenderungan lain yang timbul setelahnya adalah mudahnya manusia mengenali suatu hal yang disukai. Donat disukai, begitu juga dengan yoghurt. Komposisi gula, susu, keju, coklat yang umum terkandung dalam dessert memang sebuah kombinasi sempurna. Jika sudah sangat suka, maka sifat konsumtif manusia yang akan berbicara. Sifat itu muncul secara alami, apalagi berkaitan dengan makanan, sumber pokok kehidupan. Nantinya hal tersebut akan terbawa terus sampai si makanan tercatat sebagai menu favorit yang dicintai dan tak akan tergantikan. Kalau sudah begitu, siapa yang bisa lupa dengan donat coklat?

Di sinilah menariknya. Efek semacam ini benar-benar dimengerti oleh para punggawa Google. Deretan nama-nama dessert yang tentu saja sudah tidak asing dan sudah sangat dicintai ini menjadi senjata paling mumpuni untuk memperkenalkan produk-produk Android. Mereka memanfaatkan sifat alami yang dimiliki manusia dan menerapkan prinsip yang sama. Harapan mereka sudah tentu supaya label dessert yang dicantumkan pada Android akan menjadi penarik utama, sehingga nantinya Android akan masuk dalam daftar produk yang dipelajari, dikenal, disukai, dijadikan favorit hingga diingat oleh semua orang. Cara apik yang dilakukan Google bersama Androidnya untuk  menghormati dan menghargai sebuah hal bernama makanan, hal paling pokok dalam kehidupan.

 
Leave a comment

Posted by on October 20, 2011 in Tulisan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: