RSS

Hercules: Alternatif yang Tak Sekedar Perkasa

20 Oct

Oleh: Ratri Indraswari

Siang itu, Pogung Raya menampakkan barisan-barisan mahasiswa yang memenuhi ruangan dan sudut warung makan. Sudah menjadi kebiasaan bahwa saat makan siang adalah saat dimana para mahasiswa keluar dari persembunyian mereka untuk berbondong-bondong antri mendapatkan sepiring nasi beserta lauk pauknya. Jika salah satu warung penuh, maka warung lainnya pun siap mereka datangi untuk mengisi perut.

gulai ikan tuna

Daerah Pogung Raya yang terletak di sudut utara Yogyakarta memang menjadi langganan mahasiswa untuk tempat tinggal sementara (kost). Maklum, daerah ini dekat dengan perguruan tinggi bonafit dan termahsyur se-Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada. Tak mengherankan apabila di antara gang-gang Pogung terdapat bermacam-macam warung makan yang tersedia. Ada warung penyetan yang biasa menyediakan menu ayam, ikan, tempe, tahu, baik digoreng atau dibakar berikut dengan sambal. Ada juga warung yang memilih menyediakan menu masakan rumahan seperti sayur bayam, sayur sop, oseng-oseng daun singkong, oseng-oseng kangkung, telur ceplok atau ayam goreng. Warung makan yang biasa disebut warung prasmanan ini lebih dominan dan lebih diminati oleh mahasiswa karena mereka bisa langsung memilih dan mengambil menu yang mereka suka. Tak lupa ada satu tempat yang juga paling diminati mahasiswa yaitu Burjo, singkatan dari bubur kacang ijo (hijau: ijo). Sebutan Burjo dimaksudkan untuk warung yang menjual bubur kacang hijau lengkap dengan santan dan ketan hitamnya. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi tempat wajib di kalangan mahasiswa karena Burjo mulai menjual berbagai menu instant alias mudah dimasak dan cepat tersaji seperti mie rebus atau goreng, kombinasi telur dadar dan sambal orek tempe, gorengan pisang, tahu, tempe, bakwan yang selalu ada. Bahkan saat ini, telah tersedia menu ayam goreng, nasi goreng yang tentu saja sangat bisa mengisi perut. Keunggulan Burjo disamping harganya yang relatif murah, terletak pada jam operasionalnya yang buka hingga 24 jam non stop. Inilah mengapa Burjo selalu saja didatangi oleh mahasiswa-mahasiswa baik dijam sibuk maupun jam tidur.

Namun, jika Anda merasa bosan dengan pilihan-pilihan yang ada, tak salah juga jika Anda mulai mencari alternatif tempat makan di kawasan ini. Salah satu Sobat Spatula kami pernah mengunjungi sebuah tempat makan yang tidak biasa, yaitu Hercules. Apa itu? Dengan berbaik hati, ia memberikan ulasannya supaya dapat dijadikan bahan alternatif dalam memilih tempat makan di bilangan Pogung Raya. Berikut ulasannya, semoga bermanfaat.

Hercules, merupakan warung makan spesialis ikan tuna. Warung ini sepertinya sudah terkenal hingga pelosok-pelosok kost se-Pogung Raya, Yogyakarta. Terbukti ada banyak foto pemilik warung dengan orang yang sepertinya terkenal. Menu utama yang menjadi andalan warung ini adalah pepes ikan tuna. Pepes disajikan dengan baluran bumbu lombok ijo, jaaaan.. enak tenan. Pepes ikan tuna yang dibalur bumbu lombok ijo ini selain rasa yang mantap namun juga memiliki rasa pedas yang menambah kualitas rasa. Sebelum disajikan, pepes dipanggang terlebih dahulu. Selain pepes, tersedia pula tuna asam pedas, telur tuna, gulai ikan tuna, dan tentunya masih banyak lagi. Setiap sajian akan diberi sambal segar dan sepiring sayur kangkung.

pepes tuna beserta lalapan

Buat yang suka berkuah dan murah, saya merekomendasikan tuna asam pedas. Rasanya? Yang masih kepet (Jawa: belum mandi) rasanya sesegar habis mandi. Jadi, kalau air pam mati dan ga’ sempet mandi, kesini saja numpang mandi! Kidding mas n mbak`e…

Buat yang tidak memiliki keberanian memakan daging tuna, tenang saja. Disini ada telur ikan tuna. Tapi saya peringatkan, bahwa dalam telur itu mengandung banyak bakal calon ikan tuna. Maka, mari kita selamatkan untuk bumi yang lebih hijau, amin?! Nah, untuk telur ikan tuna, ketika saya mencoba, rasanya kurang mantap, kurang asin dan kurang berasa telurnya.

Lanjuuuut… ke gulai tuna. Sungguh, mas Hercules (sebutan yang saya pakai untuk pelayan warung makan ini) adalah manusia yang berbudiman. Hampir saja kami terjebak untuk memesan porsi seharga Rp. 80.000,00. Sepertinya beliau menyadari keluguan kami (atau kantong kami), lalu menawarkan porsi gulai seharga Rp. 20.000,00. Waaaahhh…makan disini selain terjamin rasa tetapi juga terjamin keamanan kantongnya. Rasanya juga enak & cocok untuk dimakan rame-rame. Soalnya porsinya besar kawaaan! Jadi, kalau kamu pelit dan ga’ mau berbagi, ya ga’ usah pesen ini. Sekian review tajam dari saya.

Sumber Foto: Pribadi

 
4 Comments

Posted by on October 20, 2011 in Tempat Asik, Uncategorized

 

Tags: ,

4 responses to “Hercules: Alternatif yang Tak Sekedar Perkasa

  1. ana

    November 15, 2011 at 3:45 pm

    pepes ikan tunanya juaraaa.. sukses bikin dowerrr😀

     
  2. kenyangbego

    November 17, 2011 at 1:33 pm

    tapi gak sampe bikin mules kaan?? hihii🙂

     
  3. kitareview.com

    November 20, 2011 at 11:29 am

    bener-bener mantap rasanya.. gan pionir untuk makanan jenis ikan tuna… ada info dimana lagi gan tempat wista kuliner yg paling top dijogja?

     
  4. kenyangbego

    November 28, 2011 at 7:21 pm

    silahkan saja cek list kita di “tempat asik”. ada banyak beberapa pilihan. Silahkan🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: