RSS

“Membeli satu donat sama saja membeli satu hal yang tak utuh.”

25 Nov

Oleh: Anisa Titisari

Siang ini, begitu sampai di rumah, ibu saya nyeletuk, “Sa, ada donat tuh, sambil menyodorkan wadah berisi 4 buah kue yang bolong tengahnya itu. Kemudian satu gigitan dari saya merusak bentuk bulat “sempurna” kue donat. Maklum, saya tidak tahan melihat donat buatan ibu saya. Iya, hanya buatan ibu saya saja.

Donat meisis coklat itu tiba-tiba mengingatkan saya pada ucapan seorang kawan beberapa bulan yang lalu. Tentang donat, begini ujarnya: “Saya tidak suka donat.” Saya berkerut. “Saya merasa dibohongi. Membeli satu donat sama saja membeli satu hal yang tak utuh”, tambahnya.  Pernyataan menarik. Tapi, saya juga punya sesuatu yang menurut saya, tak kalah menarik. selengkapnya

 
Leave a comment

Posted by on November 25, 2012 in Tulisan

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: