RSS

Big Night (1996)

Oleh: Arie Kartikasari

Sinopsis:

Primo (Tony Shalhoub) dan Secondo (Stanley Tucci), adalah kakak beradik imigran asal Italia yang menjalankan Paradise, sebuah restoran khas Italia yang hampir bangkrut, di New Jersey pada awal 1960an. Primo tidak menyukai kompromi atas resepnya. Ia menolak untuk menyajikan spaghetti meatball sebagai side dish dari seafood risotto yang diminta oleh pelanggannya, karena spaghetti meatball merupakan panganan yang padat karbohidrat dan bukan menu pasta asli Italia. Bagi Primo, seharusnya seseorang mendatangi restoran karena makanan yang disajikan, bukan kemasannya. Adiknya Secondo adalah manajer dari restoran tersebut. Selain turut membantu Primo dalam menyiapkan masakan dan melayani para tamu, ia juga mengatur keuangan restoran. Secondo seringkali meminta Primo untuk sekali saja berkompromi dengan keinginan pelanggan, namun Primo selalu menolaknya.

Sebagai salah satu pemilik restoran yang nyaris bangkrut, Secondo mencari jalan untuk melunasi tunggakan hutang dari bank yang jatuh tempo 1 bulan kedepan. Ia menghubungi Pascal (Ian Holm), pengusaha restoran sukses di kota tersebut, untuk pinjaman uang. Bukan pinjaman yang Pascal berikan, namun kesempatan untuk menjamu Louis Prima sang penyanyi jazz terkenal.  Di malam itu, Primo dan Secondo memasak beragam makanan khas Italia kelas satu yang selama ini tidak pernah ada dalam menunya. Terlepas dari kepuasan para undangan atas makanan yang disajikan oleh dua bersaudara tersebut, jamuan makan malam tidak berjalan sesuai rencana. Permasalahan didalamnya membuat Primo dan Secondo harus memilih diantara mempertahankan prinsip atau menyerah dengan keadaan.

Ulasan:

Nama tokoh Primo dan Secondo, membawa kita pada tahapan santap yang biasa berjalan pada meja makan keluarga Italia. Ada sembilan tahapan dalam menyajikan makanan pada tradisi Italia: aperitivo yang biasanya berisi wine produksi lokal dan antipasto (appetizer) yang dihidangkan hampir bersamaan, primo atau hidangan utama pertama berupa pasta, rissoto atau panganan padat karbohidrat lain, secondo atau hidangan utama kedua yang diisi oleh panganan daging atau seafood, contorno biasanya berupa salad, formagio e frutta atau keju yang dimakan dengan buah-buahan, dolce atau panganan manis seperti cake, caffe dan dilanjutkan dengan digestivo yaitu minuman jenis liquors untuk menghilangkan rasa kopi.

Seusai dengan tahapan makanan dan nama karakter itulah Big Night membagi sekuen jamuan makan malamnya. Tokoh Primo memutuskan untuk memasak sedikit masakan namun sempurna. Ia memilih bahan dan bumbu terbaik yang dibutuhkan. Konsentrasi Primo yang tertuju hanya pada masakannya juga terlihat dari penataan makanan yang minim garnish. Oleh pembuatnya tokoh Primo banyak diperlihatkan dengan shot yang padat, tanpa banyak pergerakan kamera. Menariknya shot semacam itu tidak hanya terlihat pada tokohnya saja, tetapi juga pada shot yang menggambarkan makanan serta pada saat para undangan jamuan menyantap masakan Primo.

Berlawanan dengan Primo, Secondo sangat menyadari ritual makan sebagai hiburan bagi banyak orang. Itu sebabnya ia memilih untuk  menyiapkan makanan yang lebih bergam dan mementingkan garnish. Luwesnya karakter Secondo juga ditampilkan dalam shot  yang diwarnai banyak pergerakan kamera dan tempo potongan gambar yang dinamis. Setiap tindakannya memiliki satu tujuan, memenangkan hati konsumen. Hal tersebut  terlihat dari kumpulan shot yang berisi ekspresi para undangan, yang lebih panjang daripada durasi memasak/menyiapkan makanan.

Secara keseluruhan Big Night mengemas kekuatan karakter tiap tokoh utama dengan baik. Mengingat pada film ini, selain menjadi pemain, Stanley Tucci juga menulis (bersama dengan Joseph Tropiano) dan menyutradarai (bersama dengan Campbell Scott), maka pantas jika film ini dianggap sebagai film yang menonjolkan kemampuan akting para pemainnya. Kuatnya karakter dua bersaudara Primo dan Secondo tidak hanya terlihat dari dialog dan gesture pemerannya saja, tapi pada seluruh elemen pengadeganan. Hal tersebut sangat terlihat pada sekuen menyiapkan dan menyajikan makanan pada acara perjamuan.

Laper Mata:

Adegan pembuatan dan penyajian timpano adalah bagian yang cukup penting untuk dicatat. Bukan hanya membangkitkan hasrat memesan makanan Italia untuk teman menonton saja, adegan tersebut memperlihatkan pembuatan pasta sebagai sesuatu yang mudah. Pada adegan persiapan, dengan cekatan Primo dan Secondo membuat adonan pasta dari tepung, telur, minyak zaitun dan air, serta membentuknya menjadi penne. Bersama dengan bahan-bahan lainnya, penne disusun diatas pastry dan dibentuk menyerupai gendang timpani. Pada saat disajikan timpano berwarna coklat keemasan diiris di depan para undangan. Setelah diiris maka terlihatlah susunan penne menyangga potongan meatball dan telur rebus yang disatukan oleh lelehan keju dan saus pasta berwarna merah nan cantik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: