RSS

Makanan dan Kenangan; Family in Food

            Aku sebenarnya tak tau aku ini bersuku apa. Ayahku keturunan Chinese tapi aku tak sedikitpun berwajah chines dan Ibuku keturunan Surabaya, Sunda, Bengkulu. Ibarat makanan saya bersuku gado-gado. Karna Ayahku lebih jago masak daripada Ibuku, maka makanan yang lebih sering ada di rumah adalah chinese food. Merasa beruntung memiliki masa kecil di sebuah desa kecil di Bengkulu, merasa masa kecilku sangatlah penuh cerita, termasuk dalam acara masak-memasak di rumah. Hobiku memasak sejak kecil ini dimulai dari melihat asisten rumah tangga kami yang memasak dan aku sering minta gendong belakang menggunakan jarik. Acara masak di rumah tidak segampang seperti sekarang, kalo mau makan ayam, ya harus sembelih ayam dulu, untung-untung kalau di rumah ada ayam, kalo tidak harus muter kampung dulu untuk mencari tetangga yang menjual ayam. Pasar di desaku hanya ada setiap hari kamis. Salah satu makanan yang menjadi tradisi keluarga kami dalam setiap acara keluarga adalah bubur ayam. Konon kata Ayahku resep ini memang sudah ada sejak era Buyutku. Bubur ayam yang sederhana tapi enak luar biasa dan membuat selalu kangen rumah karna selalu merasa enak untuk disantap bersama keluarga. Bubur ayam yang menyebabkan saya terheran-heran melihat bubur ayam yang diberi kerupuk, kacang kedele goreng, dan kuah kaldu ketika berada di kota Lampung untuk melanjutkan sekolah. Bubur ayam yang sering dibuat di rumah ini wajar sih kalo enak, untuk membuat sepanci bubur dubutuhkan 2 cup beras dan seekor ayam yang dimasak bulat2 di dalam bubur, kaldunya membuat bubur menjadi sangat gurih. Belum lagi taburan daun bawang yang sudah diiris halus yang membuat bubur sangat wangi. (Elsa Mareta, 24th, Perajut Toga)

Contoh Resep beserta Foto (jika ada)

BUBUR AYAM KELUARGA CANG ENG

Bahan:

250 gr beras kualitas bagus

1 ekor ayam kampung

5 liter air

1 sdm garam

 Bumbu:

6 siung bawang putih, cincang halus

2 sdm kikoman/kecap asin

1 sdm kecap manis

1 sdm saus tiram

1 sdt merica bubuk

½ sdt garam

1 sdt gula

2 sdm minyak

250 ml air

2 batang daun bawang, iris halus

 Cara membuat:

  1. Cuci bersih beras, masak hingga mendidih. Masukkan ayam, masak hingga 3/4 matang.
  2. Biarkan ayam dingin, bubur tetap dimasak sambil diaduk terus menerus.
  3. Potong ayam kecil-kecil atau suir-suir dagingnya dan potong2 tulangnya.
  4. Panaskan minyak, masukkan bawang putih cincang dan garam. Tumis hingga wangi dan bawang layu.
  5. Masukkan potongan ayam, masukkan kikoman, kecam manis, saus tiram,gula, dan merica bubuk. Setelah tercampur rata, masuukan air. Masak hingga ayam matang.
  6. Masukan tumisan ayam dalam bubur yang sudah jadi. Aduk rata.

Cicipi rasa bubur. Sajikan dengan taburan daun bawang. Tambahkan lada bubuk bila suka. Santap selagi hangat.

 ——–o-o——–

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: