RSS

Melalui Makanan, Aku Mengingatmu

“malam yang kelam, mamahku kecelakaan mobil (tapi gak papa). Yang beliau cari adalah bungkusan gurame bakar untuk anaknya (saya) ^_^” (Osta Segara | @ostasegara)

——-00——-

“Ayo dimakan yang banyak! Kuahnya dibanyakin biar tulang kakimu ada kalsium.”

(Pemenang Program Tulisan Makanan dan Kenangan)

Setiap minggu pagi , Ayah pasti  memetik pucuk- pucuk daun kehijauan yang bernama latin Menihot  Esculenta Crantz yang tumbuh gagah di pekarangan rumah kami. Saat aku bangun , beliau akan menunjukkan daun-daun hijau tersebut dengan keriangan. Beliau yakin daun-daun hijau ini mengandung  gizi dan kalsium yang baik untuk tubuh jika dibuat Jadi sayuran. Menunggu  Ibu meracik dengan bumbu kunyit dan menambahkan santan hingga bau harumnya bisa tercium dari teras rumah, bisa Membuat Ayah tak sabar untuk menunggu  waktu makan siang. Tidak sabar untuk melihat putri kecilnya makan sayuran hijau favoritnya. Kenangan masa kecil yang masih ku ingat jelas.

“Ayo dimakan yang banyak! Kuahnya dibanyakin biar tulang kakimu ada kalsium”, beliau memandangku sambil tersenyum. Menggali kenangan yang berhubungan dengan ayah memang bisa membawa air mata. Dulu saat beliau  me-request sayuran ini  setiap hari minggu, dia ingat saya. Ingat bahwa putri kecilnya sering kena pegal kaki yang bisa buat menangis karena nyeri dan ngilunya. Ingat bahwa anaknya memang kurang kalsium. Dan sekarang saat saya makan sayuran ini, saya yang balik tersenyum ingat  almarhum ayah. Ingat kasih sayangnya. Ingat saat kami berbagi sayur daun singkong santan buatan Ibu di meja makan. Rindu sekali. (Nunu Daviyanti, 28th, Tukang Mikir)

——-00——-

“mie goreng buatan pacar itu, mie paling enak yang pernah gw makan.. :)” (Monicha Chandra | @monichaecha)

——-00——-

“aku sayang padamu, kek :’)”

Aku sedang duduk sendirian menunggu pesananku datang, ketika kulihat seorang laki-laki berusia lima puluhan masuk ke warung ini kemudian memesan dua porsi lotek untuk dibawa pulang. Ia minta keduanya dibuat pedas sedang saja serta diberi kerupuk lebih banyak dari porsi biasa. Persis seperti apa yang selalu aku pesan, termasuk pada saat ini. Aku yang sedikit banyak percaya pada reinkarnasi dan hal-hal semacam itu menjadi terusik dengan kehadiran kakek ini. Ia langsung mengingatkanku pada mendiang kakekku. Dulu, ketika aku masih kecil aku tidak terlalu suka makan sayur, padahal jelas itu penting untuk pertumbuhan anak-anak seusiaku. Kakekku punya cara tersendiri untuk membujukku memakan sayur-sayur itu.

Setiap ada kesempatan menjemputku pulang dari sekolah, ia selalu mengajakku mampir ke warung lotek langganannya yang terletak tak jauh dari rumah. Ia membelikanku seporsi lotek yang dibuat pedas sedang saja dengan kerupuk yang banyak, karena ia tahu aku suka pedas dan sangat menyukai kerupuk. Sejak perkenalan pertamaku dengan lotek itulah, entah kenapa sayuran jadi terasa enak bagiku. Lotek dengan rasa bumbu kacang yang sedikit pedas serta kerupuk yang banyak selalu berhasil membuatku lupa akan ke-tidak-enak-an sayuran dan mau memakannya. Saat ini, meskipun kakekku sudah lama meninggal dunia dan warung lotek itu pun sudah tidak ada lagi, serta pacarku sering mencandaiku dengan berkata bahwa baginya lotek mirip dengan makanan ternak, namun lotek tetap menjadi salah satu makanan kesukaanku, makanan yang bisa sedikit mengobati rinduku pada kakek, makanan yang selalu membuatku merasa dekat dengannya. (Saila Rezcan, 21th, Tukang Makan)

PS: Jika ternyata kakek bisa membaca tulisanku ini entah bagaimana caranya, aku hanya ingin berkata bahwa aku selalu merindukan kakek. Aku selalu membayangkan perbincangan-perbincangan hangat yang mungkin saja terjadi di antara kita seandainya kakek masih hidup sampai saat ini dan bertemu dengan diriku yang sekarang: diriku yang sehat dan bahagia. Semoga kakek pun bahagia di manapun kakek berada ya, aku sayang padamu, kek :’)

——-00——-

1 | 2 |                                                                        3                                                               next page

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: