RSS

Melalui Makanan, Aku Mengingatmu

“pernah sekali waktu makan bakso bareng dia, tapi mukanya manyun seasem cuka.” (Aditya Saputra | @ruttastratus)

——-00——-

“Dan saat itu benar-benar menjadi saat terakhirnya melihatku.”

Suatu ketika, aku bersama pacarku makan sushi disebuah restoran yang cukup indah. Tak ada hal yang istimewa dihari itu. Namun ada yang lain, karena secara ajaib dia memintaku untuk memakan makanan yang ada bersama wasabi. Padahal dia tahu aku tak pernah suka makanan pedas.

“Ayo kamu coba makan” pintanya
“Aku ga suka pedes kan” jawabku
“Tapi aku belum pernah lihat mukamu kepedesan, ayo donk terakhir kali deh” rengeknya
“Terakhir ya” jawabku
“Iya terakhir” balasnya

Dan saat itu benar-benar menjadi saat terakhirnya melihatku. Tak lama setelah hari itu, ia jatuh sakit dan pergi meninggalkanku. Satu hal yang sangat kenang adalah aku dapat mengabulkan permintaan terakhirnya padaku dan aku sangat bersyukur karena berkat permintaannya, kini aku mulai dapat mencoba makanan pedas meskipun pada akhirnya selalu gagal🙂 (Ken, 20th, Mahasiswa)

——-00——-

“hari Minggu, biasanya kita melangkah riang dan duduk manis di meja pojok, menanti sepiring nasi lawar sate datang.” (Chrissensia Rany C. | @crissenrani)

——-00——-

“Sepiring nasi panas, areh, sambal krecek dan paha kesukaanku. Aku tidak perlu susah payah seperti pengunjung lain untuk mendapatkannya.”

Bukan karena makan di tempat yang masuk kategori fine dining ya. Malah masuk kategori makanan pinggir jalan. Tapi karena dia, tempat ini ada. Maret besok tepat 11 tahun pulang ke rumah-Nya. Nyesel itu selalu dateng telat yah. Nyesel karena dulu semasa masih ada, aku enggak pernah dateng ke tempat ini. Nyesel karena enggak pernah liat ramainya orang-orang nunggu dia dateng dengan dua becaknya, pas becak dateng semua tampak senyum lega.

Sepiring nasi panas, areh, sambal krecek dan paha kesukaanku. Aku tidak perlu susah payah seperti pengunjung lain untuk mendapatkannya. Cukup colek salah satu pegawai, maka tempat duduk dicarikan dan makanan terhidang segera. Tapi miris, ketika sekian sendok awal pasti keinget yang udah lewat. Enggak jarang juga air mata ngembeng disuapan pertama. Inget selalu dijanjiin hari minggu ke jalan Solo tapi harus nginep dan bantuin ngupasin telur. Inget selalu dikirimin jajanan pasar tiap hari. Inget ketika dikhawatirkan aku enggak bisa gemuk, yang nyatanya sekarang… ah sudahlah. Terima kasih ya ‘mbuk. Selamat makan paha dan sambal krecek ya penggemar gudeg permata. Selamat makan kenanganku bersama nenekku :’) (Ana, 27th, Karyawan Swasta)

——-00——-

1 | 2 | 3 |                                                                   4                                                                next page

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: