RSS

Melalui Makanan, Aku Mengingatmu

“tortellini udah pernah dimasakin kawan. Enak banget. Sayang dia sekarang udah tiada.” (Roby Pratama | @Paman_Gobes)

——-00——-

“Lalu kamu memesan tomyam udang dan float coklat. Kamu makan dengan lahap, kugoda berkali-kali dengan menarik-narik hidanganmu.”

Sedari pagi kita sudah berbalas pesan pendek, sedari sebulan ini malah. Kebetulan ritual itu sedang menjadi rutinitas kita belakangan, kamu tanya apa, aku jawab apa, begitu pula sebaliknya. Kamu bilang kawan SMAmu sedang buka kafe baru. Kamu sangat ingin mencobai hidangannya, sekalian kita bertatap muka. Jujur saat itu aku sedang jenuh dengan berbalas pesan pendek. Jadilah kita bertemu disana sepulang kau kerja, sedang aku saat itu sepulang aku lari-lari maklum pengangguran. Sebelumnya sempat kita selisih paham, kupikir kamu bakal mampir kerumahku yg sengaja kubersihkan buat menyambut bekas tapak kakimu di lantainya, lalu kita berboncengan ke kafe kawanmu itu. Tapi kamu berpikir lain, yasudah tidak masalah.

Saat aku datang, kamu sudah mengirimiku pesan pendek  yang tak sempat kubalas, “aku sudah diatas, selamat mencari yaa, tak usah marah aku tak mampir”. Kudapati kamu sedang berbincang hangat dengan si pemilik kafe, yaa yang sering kamu bilang kawanmu saat kita berbalas pesan pendek. Lalu kamu memanggilku dan memperkenalkanku pada mbak itu, tak sempat aku bertukar kata atau pandangan, sudah kamu suruh dia pergi. Lalu kamu memesan tomyam udang dan floatcoklat. Kamu makan dengan lahap, kugoda berkali-kali dengan menarik-narik hidanganmu. Kamu cuma tersenyum dan bertanya, “mau coba yaa???”, kugelengkan kepalaku. Sudah 8 bulan tak kamu hubungi aku, aku rindu melihatmu lahap makan udang – udang dan kuah tomyam di mangkuk itu, seperti saat kamu meluapkan rasa marahmu ke kepingan mainan di mejamu, tapi entah kapan. (W.Broadrick, 25th, Pengangguran)

——-00——-

“dibikinin mi instant goreng sama suami waktu sakit🙂 dan makan patin goreng di Disto 4 months coz he LOVES it.” (Dapurkutoday | @dapurkutoday)

——-00——-

“Dengan membawa bungkusan, dia duduk di dekat tempat tidur dan menata piring serta gelas.”

Cerita ini terjadi dua tahun lalu ketika aku masih di Jogja, antara aku, suami, dan lumpia ‘boom’. Awal tahun itu aku sangat sibuk dengan tesisku ketika suamiku datang mengunjungi. Sore itu hujan deras sekali dan aku tidak mau diganggu karena kegentingan menyelesaikan bab 3, sementara suamiku tetap mengajakku becanda. Akhirnya yang ada kami bertengkar. Duh Tuhan, kalau sudah seperti ini kapan aku selesai nulis? Aku lihat dia pas di saat dia juga melihat ke arahku. “Apa liat-liat?” katanya. Duh, matanya benar-benar marah. Tapi aku tidak mau kalah. “Emang gak boleh? Mata juga mataku. Masak aku harus liat suami orang?” jawabku sengit. Suasana kembali sepi mengikuti redanya suara hujan. Tak disangka suamiku bangkit dari tempat tidur dan berganti baju. “Mau kemana?” tanyaku gusar. “Ngapain tanya-tanya?” katanya. Aku mengkeret meskipun khawatir juga. Bagai anak kecil aku mencoba merajuk,”Ini lagi hujan. Mau kemana?” Dia tidak mau menjawab malah terus mendorong motornya menuju jalan raya. Kali ini aku benar-benar bingung. Tadi aku sebel karena konsentrasiku buyar dengan obrolannya, sekarang aku justru tidak minat membaca e-book di depan mataku. Gimana nih?

Hanya lima belas menit kemudian dia datang. Meskipun wajahnya serius tapi hampir sepuluh tahun pernikahan kami membuat aku mengeti bahwa dia menahan senyum. Dengan membawa bungkusan, dia duduk di dekat tempat tidur dan menata piring serta gelas. Pelan ia buka bungkusan itu. Kulihat bungkusan teh hangat dituangkan ke dalam gelas dan sepaket lumpia ‘boom’ isi jamur di atas piring. Aku langsung menghambur ke arahnya. Kupeluk dan kucium dia. Dia pun langsung memegang kepalaku dan mencium dahiku. “Makan yuk!” ajaknya. Aku mengangguk. Sambil menikmati sajian hangat di kala hujan kami berbincang. (Itsna, 35th, Dosen)

——-00——-

1 | 2 | 3 | 4 |                                                               5                                                               next page

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: