RSS

Snack yang Terlupa — Bag. I

Oleh Anisa Titisari

Pada dasarnya snack bermakna makanan yang kadar porsinya lebih sedikit dari makanan tetap tiga kali sehari (rumus makan) di Indonesia. Sebelum abad 2000, camilan benar-benar diasumsikan sebagai makanan ringan dan hanya dikonsumsi oleh anak-anak. Tak seperti sekarang, anak-anak tak memiliki camilan spesifik lagi. Alternatif mereka hanyalah junk food yang sudah sangat mewabah. Sasaran pasar dari produsen waktu itu memang mengkhususkan camilan baik dikonsumsi oleh anak-anak. Kemasan dan rasa dibentuk menurut minat anak-anak. Sebagai contoh, pesona salah satu camilan bergambar anak laki-laki dan perempuan pada kemasan berwarna merah di Indonesia, tercatat mampu bertahan dari tahun ‘80 sampai pada akhir era ‘90. Keberadaan mereka dianggap sebagai modernitas, senjata canggih setiap anak Indonesia. Jadilah Anak Mas berubah menjadi daftar nomor satu cemilan favorit masa itu.

Pergeseran makna dan target pasar yang terjadi sekarang tak lantas membuat “konsumen dulu” berubah haluan. Mereka memang sudah terjebak dengan camilan modern, akan tetapi usaha untuk mendapatkan lagi produk lawas tersebut tak begitu saja luntur. Camilan lawas itu dianggap sudah lebih dari sekedar makanan yang masuk ke mulut. Mereka mengandung kenangan yang jauh melebihi batas kepopuleran di atas kertas. Ini di dukung pula oleh beberapa produsen yang dengan baik hati masih tetap ingin mempertahankan kenangan masa jaya walau memang ada juga yang sudah menghentikan produksinya. Untuk mengetahuinya, simak daftar berikut.

1. Anak Mas (Produksi PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk)

Brand makanan ringan ini hampir diketahui dan disukai oleh seluruh anak di Indonesia pada jaman ’80 hingga ‘90an akhir. Mi instant anak dengan bumbu terpisah ini hanya terbagi dalam dua varian rasa saja. Mi ini tak perlu melalui proses perebusan selayaknya mi instant karena memang sudah matang. Cara mengkonsumsinya, mi diremas-remas sampai remuk, campurkan bumbunya, pegang ujung bungkusnya lalu kocok sampai rata.

Keberadaannya menghiasi kantin-kantin sekolah dasar di mana pun. Anak-anak berjubel untuk mengantri membeli Anak Mas yang pada waktu itu hanya seharga Rp. 150,-. Sangat jarang yang hanya membeli satu bungkus. Mereka memilih membeli satu renteng karena memang porsi satu Anak Mas terasa kurang banyak, kurang puas jadinya. Waktu istirahat di sekolah, jajan anak mas. Sampai rumah setelah makan siang, makan Anak Mas lagi. Saat itu, hal tersebut sudah jadi sesuatu yang lumrah. Jika saat ini Anda ditanya snack lawas apa yang paling diingat? Jawaban pastinya adalah Anak Mas.

Snack ini berakhir kepopulerannya di tahun 1999 karena indikasi kandungan MSG yang sangat berat. Produk ini kemudian segera ditarik dari pasaran. Setelahnya, sekitar tahun 2008, Anak Mas kembali diproduksi dengan format dan rasa baru.

Rasa kaldu ayam diganti dengan ayam panggang, namun rasa keju tetap dipertahankan karena memang rasa ini yang paling nagih. Kemasan pun jadi berbeda. Format gambar wajah anak laki-laki dan perempuan diganti dengan (semacam) gambar anime berambut hijau untuk anak laki-laki dan rambut biru untuk anak perempuan. Gambar itu pun terpisah sendiri-sendiri. Sepasang anak ini tak lagi berdampingan. Zat MSG yang terkandung pun diklaim sudah lebih ringan dan tidak membahayakan. Tapi walau begitu, produksi Anak Mas tiba-tiba mandeg dan sudah tidak beredar lagi hingga sekarang.

2. Wafer Coklat Superman (Produksi PT. Mayora Indah, Tbk)

Anak-anak dan superhero punya hubungan kuat. Anak-anak suka adegan superhero hebat terbang ke angkasa tanpa tali atau sayap. Bermodal kekuatan super dan jubah merahnya, kini adegan superhero terbang tidak hanya bisa dilihat difilm saja. Superman, si superhero dambaan anak-anak sudah menjelma menjadi wafer coklat yang digemari anak-anak.

Dengan pose terbang andalan, wafer coklat ini beredar di dunia jajanan anak-anak era ’90. Berbeda dengan Anak Mas, produk ini mampu bertahan hingga sekarang. Tingkat produksinya memang tidak sebanyak dulu, namun wafer ini bisa dibilang masih mudah untuk di dapatkan. Memang tidak semua toko-toko besar memajang wafer ini di etalasenya. Toko kecil dan warung kelontong lah yang sampai sekarang masih menjual produk ini.

Wafer Superman saat ini dihargai Rp. 500,- hingga Rp. 1.000,-, tetap murah dari dulu hingga sekarang. Wafer ini berbentuk batangan panjang, berisi empat lapis diselimuti coklat di seluruh permukaannya dengan bungkus berwarna orange-silver yang hampir separuhnya didominasi oleh gambar Superman. Kini Superman mengalami perubahan wajah. Pose ikonik Superman dibuat lebih kecil dengan tambahan foto sebuah keluarga bahagia yaitu ayah, ibu dan anak yang tersenyum di bagian kiri kemasan berlatar putih. Yang berarti, Superman sampai sekarang tetap membuat bahagia bagi mereka yang mengkonsumsinya tak terkecuali orang dewasa.

3. Chiki Balls (Produksi PT. Indofood Fritolay Makmur, Tbk)

macam-macam Chiki Balls

“Chiki merupakan perintis snack modern yang nama dan kelezatannya tak pernah berhenti disukai anak-anak hingga kini.” Begitulah bunyi kalimat pertama di website Chiki Snacks.Tulisan itu tak hanya sekedar omong kosong belaka. Chiki, si bebek kecil bertubuh gemuk yang selalu memakai kaos oranye dan bertopi biru (dulu bertopi oranye) memang menjadi pelopor pertama snack yang beredar di Indonesia. Maka tak heran, makanan sejenis yang beredar setelahnya, sering disebut dengan Chiki, walau memiliki nama dan merk tertentu.

Snack Chiki berbentuk bola-bola yang terbuat dari jagung, beras dan minyak kelapa sawit. Chiki snack Balls rasa ayam adalah yang pertama kali dikeluarkan. Memakai kemasan berwarna kuning terang dengan gambar Chiki yang lucu ‘nampang’ di depannya, benar-benar menarik minat anak-anak. Baru setelahnya muncul rasa coklat dan keju yang tak kalah enak. Inovasi yang diberikan tak hanya lewat rasa, namun juga lewat Tazos di dalam kemasan.

Tazos; Daffy-Verne

Tazos berbentuk bulat yang diberi rongga di titik-titik tertentu dengan gambar tokoh-tokoh kartun Looney Tunes produksi Warner Bros, seperti Murdock, Road Runner, Bugs Bunny, Sylvester, Daffy Duck atau Tazmania Devil. Benda ini dikumpulkan dan disatukan. Dibentuk menjadi berbagai macam bentuk dengan cara mengaitkan rongga-rongga yang telah didesain sedemikian rupa agar bisa menyatu.

Tujuan awalnya, Tazos diberikan sebagai “hadiah”, yaitu bentuk terima kasih produsen terhadap anak-anak yang membeli Chiki snack. Namun lambat laun, Tazos berubah menjadi sebuah “harga diri” di kalangan anak-anak. Mereka berlomba mengumpulkan Tazos sebanyak mungkin. Barang siapa yang memiliki Tazos dalam jumlah yang sangat banyak, ia akan dianggap sebagai raja dan pemenang yang otomatis mempengaruhi harga diri dan mental anak.

Hingga kini, PT. Indofood Fritolay masih memproduksi snack Chiki yang sudah terbagi menjadi 3 tipe, yaitu Chiki Balls, Chiki Potato Stick, dan Chiki Chocolate Stick.

daftar selanjutnya —>

 

7 responses to “Snack yang Terlupa — Bag. I

  1. ana

    January 6, 2012 at 2:32 pm

    sebelum chiki muncul, ada YOYO, tapi kukut karena kalah pamor dengan ciki bebek.
    sebelum anak mas, ada KRIP KRIP. masih sampai sekarang, hanya rasanya tidak se-enak dulu. sejenis krip krip ada FUJI MIE, ga tau deh yang ini masih atau enggak.

    rindu anak mas rasa keju yang duluuu

     
    • kenyangbego

      January 6, 2012 at 2:38 pm

      Anak Mas emang udh diberhentikan sejak tahun 2008 krn kebijakan perusahaan. So, kita cm bisa merindukan dan mengenang saja rasanya😦

      Utk daftar snack yg lain, tunggu bagian II dan selanjutnya yaaah🙂

       
  2. Whini

    February 24, 2012 at 8:32 pm

    Anak Mas masih ada kok mbak, bisa ditemukan di pasar2 tradisional. Bbrp bulan lalu saya nemu Anak Mas di Pasar Kranggan. Langsung borong se-dus. Puaaaass.. Walau rasanya ga senampol versi remas-campur-kocok..

     
    • kenyangbego

      February 25, 2012 at 10:50 am

      wah, itu sepertinya bukan anak mas asli mbak whini. krn saya berani jamin kalo anak mas benar2 memang sudah tidak produksi lagi🙂

       
  3. louise

    December 28, 2012 at 4:30 am

    dulu chiki pernah ada yang rasa susu, isinya berbentuk bintang. ada produk agar2/jelly-nya juga.

     
    • kenyangbego

      April 12, 2013 at 1:10 pm

      oh ya? saya baru tau kalo itu😀

       
  4. lydia.agata@gmail.com

    May 11, 2013 at 8:15 am

    mbak, anak mas yg lama ama yg baru apa sama ya rasanya ??

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: