RSS

Tag Archives: bahan

Perkedel Jagung

Oleh: Elsa Mareta

Perkedel Jagung

klik gambar untuk lihat resep

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Resep

 

Tags: , ,

Tips Membuat Kue Kering

Kue kering adalah alternatif pilihan untuk setiap occasion, baik itu resmi maupun tidak. Berikut, simak beberapa tips dari kami dalam membuat kue kering yang harus diperhatikan. Supaya dapat dihasilkan kue kering kualitas baik. selengkapnya

 
Leave a comment

Posted by on October 1, 2012 in Tips, Tulisan

 

Tags: , ,

Menanak Nasi

Oleh : Elsa Mareta

Menanak nasi atau memasak beras, hal yang terdengar sangat familiar dan terlihat sepele. Tapi jangan salah, banyak orang yang belum bisa memasak beras dengan baik, bahkan ada yang tidak bisa. Ketika memasak beras hasilnya terlalu keras, terlalu lembek, tidak matang merata dan kurang pulen. Untuk mendapatkan beras yang enak, kuncinya adalah perbandingan beras dan air yang pas. Tetapi itu semua sangatlah bergantung dengan jenis beras. Umumnya perbandingan adalah 1:1 atau air kurang lebih 1 ruas jari di atas tinggi beras dalam panci. Kualitas beras yang kurang baik biasanya membutuhkan air yang lebih banyak, bisa sampai 1:2. Untuk mengetahui banyak air yang digunakan dalam memasak beras di rumah, bisa dicoba dengan beberapa cara misalnya, menggunakan perbandingan 1:1 pada awal memasak, kalau dikira terlalu keras, bisa ditambahakan air mendidih pada nasi dan dimasak kembali, masak hingga tanak.

Menanak nasi bisa dengan beberapa cara, antara lain: diliwet, dikukus, memasak dengan rice cooker, memasak dengan microwave oven, dan memasak dengan santan.

1. Diliwet

Nge-liwet adalah cara yang paling mudah dalam memasak beras. Sesudah beras dicuci bersih, masukkan ke dalam panci atau periuk. Tambahkan air sampai satu ruas jari di atas permukaan beras. Masak sampai air terhisap habis sambil sesekali diaduk. Kecilkan api, tutup panci dan masak terus ± 15 menit. Biasanya pada dasar panci akan tertinggal kerak, kecuali bila menggunakan panci teflon anti lengket.

2. Dikukus

Cara ini adalah cara paling aman untuk menghindari nasi tidak matang merata. Sesudah beras dicuci bersih, masak beras seperti meliwet, untuk memperoleh aron atau nasi setengah matang. Setelah itu pindahkan aron ke dalam dandang, yang airnya sudah mendidih. Kukus nasi ± 15-30 menit, sambil sesekali diaduk supaya matangnya merata. Bila nasi yang dimasak dirasa terlalu keras, tambahkan air mendidih secukupnya, siram pada nasi, aduk dan kukus kembali hingga tanak.

3. Memasak dengan Rice Cooker

Rice Cooker adalah alat yang paling banyak digunakan sekarang ini karena dinyatakan lebih praktis. Prinsip memasaknya sama dengan meliwet namun menggunakan panci bertenaga listrik. Rice cooker masa kini disebut magic com yang dapat menahan nasi tetap panas selama lebih dari 24 jam. Alat ini praktis, tetapi vitamin bisa hilang karena dipanaskan terus menerus, sehingga yang dimakan hanya ‘sampah’. Sebaiknya gunakan pada kondisi darurat saja. Ketika memasak beras dengan rice cooker, jangan dibuka sampai nasi matang, biasanya matangnya tidak akan rata, dikarenakan ketika tutup dibuka panasnya jadi tidak merata.

4. Memasak dengan Microwave

Bisa dilakukan dengan cara:

  1. Dimasak seperti diliwet, setelah air terhisap habis, pindahkan ke dalam wadah plastik tertutup, plastik microwavable. Masukkan ke dalam microwave oven pada posisi high/100% selama 4-5menit.

  2. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih dalam wadah. Beri air, tutup permukaannya dengan cling film/plastik. Masukkan ke dalam microwave oven. Atur pada posisi high/100% selama ± 5 menit, lalu turunkan pada posisi medium/75%. Teruskan memasak selama ± 15 menit.

5. Memasak dengan Santan

Setelah beras dicuci bersih, kukus beras sampai setengah matang. Pindahkan ke panci lain, lalu tuangi dengan santan panas. Biarkan sampai santan terhisap habis atau jerangkan di atas api kecil. Kemudian kukus kembali sampai matang. Bila beras langsung dimask dengan santan pada proses aron, biasanya beras tidak matang sempurna. Karena itu, sebaiknya dikukus dulu. Perbandingan santan dengan beras sama dengan perbandingan beras dengan air.

Ada beberapa tambahan yang dapat ditambahkan waktu menanak nasi yakni:

1.       Tambahkan beberapa tetes minyak salad membuat nasi akan terasa lebih enak dan pulen.

2.       Tambahkan beberapa tetes perasan air lemon dapat membuat nasi lebih lunak.

3.       Dengan menuangkan sedikit cuka ke dalam nasi yang tengah dimasak, nasi menjadi tidak mudah basi.

4.       Menanak nasi dengan air teh walaupun berasnya bukan beras baru, hasilnya akan sangat memuaskan. Tidak saja warnanya yang bagus,nasi juga harum dan rasanya pun lebih enak.

5.       Menambahkan bubuk agar-agar, dapat menambah serat pada nasi.

Tips dalam memasak beras:

  1. Cuci beras sampai bersih, hal ini disarankan karena di Indonesia kualitas beras kurang bersih dan untuk menghindari bahan-bahan kimia yang digunakan oleh produsen yang tidak baik. Kadang cara penyimpanan dan cara penyimpanan beras juga kurang tepat, sehingga beras menjadi kotor. Cuci beras dengan cara yang benar, taruh beras di wadahnya, tambahkan air, aduk-aduk dan tiriskan, lakukan berulang kali. Jangan mencuci beras dengan air mengalir karena dapat menghilangkan vitaminnya

  2. Pilih beras yang bulirnya tidak pecah tidak bau apek atau asam, tidak berkutu, tidak ada kotoran atau batu-batu kecil atau sisah gabah.

  3. Ada yang memasukkan beras setelah air mendidih, cara ini paling baik karena beras langsung panas dan menyerap air, protein mengeras sehingga butir nasi utuh tak hancur, di samping itu, lapisan tepung yang mengeras larut dalam air menyebabkan nasi terasa lebih pulen.

  4. Cara mengukur perbandingan antara beras dan air bisa menggunakan gelas ukur atau gelas yang ada di rumah.

  5. Cara mengetahui nasi matang bisa dicicip dan ditepuk-tepuk menggunakan tangan, kalo sudah tidak lengket pertanda nasi matang.

  6. Aduk-aduk beras yang dikukus sesekali, supaya matangnya merata dan lebih pulen. Setelah matang aduk-aduk lagi, supaya lebih tanak.

 
1 Comment

Posted by on December 13, 2011 in Tulisan

 

Tags: , , ,

Apa Itu Vanilla?

Oleh: Elsa Mareta

Bagi yang memiliki hobi membuat kue atau cake, pasti tak asing lagi dengan salah satu bahan yaitu vanilla atau vanili. Bahan vanilla atau vanili ini banyak sekali dijumpai dengan bentuk vanili crystal atau vanilla ekstrak. Indonesia sendiri merupakan negara produsen dan eksportir vanili kedua terbesar setelah Madagaskar. Hal ini seharusnya menjadikan masyarakat kita lebih memilih menggunakan vanili yang fresh karena aroma yang ditimbulkan lebih wangi dan tentunya lebih sehat karena bebas bahan pengawet ataupun bahan campuran lainnya.

 

Yang berada di wilayah DI Yogyakarta, bahan vanilla ini bisa ditemukan di kawasan Pasar Beringharjo. Pasar yang letaknya di ujung selatan Jalan Malioboro ini menyediakan berbagai macam aneka jualan. Mulai dari sandang, pangan, ataupun tetek bengek bahan-bahan kue, otomotif, perlatan rumah tangga, dan masih banyak lagi. Pasar ini terbagi menjadi tiga lantai sesuai dengan kategori penjualan. Untuk mendapatkan vanilla ini, cukup mendatangi petak-petak penjualan jamu di lantai 1 sebelah belakang. Lantai ini menjual berbagai jamu-jamu tradisional dengan harga yang relatif terjangkau, menurut jenis-jenis jamunya. Tetapi, jangan kaget dengan aroma jamu yang sangat menyerbak di lantai ini :).

Untuk bahan vanila, harga yang ditawarkan lumayan merogoh kocek. Sekilo vanilla dapat mencapai harga Rp. 300.000/kg. Tapi jangan khawatir, kita dapat membelinya dalam jumlah yang dibutuhkan. Seikat vanila dijual dengan kisaran harga mencapai Rp. 40.000,-. Jenis vanila ini ada yang berbentuk stick (batang) atau polong. Adapun cara menggunakannya adalah denan membelah polong dan  mengikis isinya dengan pisau atau sendok. Isi polong  berupa butiran-butiran kecil berwarna coklat kehitaman dan tentu saja aroma yang dihasilkan sangat tajam. Pemakaian vanilla fresh bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam satu resep adonan kue atau cake, anda bisa menggunakan 1-2 polong vanilla.

 
2 Comments

Posted by on July 26, 2011 in Tulisan, Uncategorized

 

Tags: