RSS

Tag Archives: steak

Kedai Kita, Bukan Kedai Kami

Oleh Anisa Titisari

Senin pagi, saat para pekerja sedang beringsut ramai menuju kantor, saya mendapati diri saya tengah berada di dalam kereta api listrik. Deretan alamat dalam secarik kertas yang saya selipkan disaku tas, menghantarkan saya menuju kota hujan, Bogor. baca selengkapnya

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2012 in Icip-Icip

 

Tags: ,

Mint Cola Pork Chop (served with Baked Beans Sauce)

Klik gambar untuk lihat resep


 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2012 in Resep, Uncategorized

 

Tags: , ,

Oleh-oleh dari R&B Grill Cooking Class

Oleh : Mahar Gireta Rosalia

Siang itu sekitar pukul 11.00 di hari Rabu, 28 September 2011 saya berkumpul di sebuah kelas memasak yang di adakan oleh R&B Grill. Sebuah resto yang menjadi salah satu favourite place bagi para pecinta kuliner khususnya untuk menu steak and grill. Peserta yang datang ke jalan Monginsidi 37, Yogyakarta ini didominasi oleh wanita usia 20 sampai dengan 60 tahun. Pria-pria usia 30 pun tak kalah antusias berkumpul di halaman dalam toko daging berikut restoran tersebut. Letak restonya sendiri berada dibelakang toko daging (meat shop) Indoguna karena awalnya usaha sang pemilik adalah supplier daging impor untuk hotel dan restoran di Jawa Tengah. Saya sendiri hadir bersama seorang kawan dan dua orang kakak dari pacar saya yang kebetulan rumahnya sangat dekat dengan R&B Grill.

Acara ini adalah kali pertama diadakan di resto steak ini dan akan dibuat secara reguler untuk kedepannya. Saya rasa dengan antusias yang cukup besar dari masyarakat akan menjadi pertimbangan ulang manajemen mereka untuk menjadikan kelas memasak ini ‘diseriusi’, dengan membuka kursus memasak, misalnya. Saya pribadi tertarik untuk mengikuti cooking class karena acara memasak semacam ini sangat jarang diadakan serta tidak dipungut biaya apapun. Setelah kami duduk di kursi masing-masing, para pegawai R&B Grill menyambut kami dengan kertas resep yang diatasnya tertulis tiga macam resep yang akan kami buat hari itu, tak lupa dengan snack pembukanya. Chef pun kemudian memasuki arena dan acara resmi dimulai. Tiga macam masakan yang akan dibuat terdiri dari menu pembuka, menu utama dan menu penutup. Untuk pembuka, kami memiliki Nicoise Salad, disambung Beef Picata with Black Pasta and Buttered Broccoli dan Coconut Chocolate Pie untuk mengakhiri perjumpaan kami.

Disediakan tiga buah kompor. Sebelah kanan dan kiri diperuntukkan bagi peserta dan yang ditengah adalah untuk tim chef. Metode kelas memasaknya adalah dengan mempersilahkan dua kelompok, masing-masing terdiri dari 5 orang peserta untuk langsung mempraktekkan menu-menu yang tersedia dengan arahan chef. Untungnya, para peserta tak malu-malu untuk mencoba. Tak ada dua menit setelah instruksi, masing-masing meja sudah penuh oleh peserta yang ingin langsung mencoba memasak. Sedangkan yang lainnya tetap duduk sambil mencatat apa yang dikatakan chef. Lucunya, peserta yang tak malu-malu ini mendadak menjadi tak tahu malu ketika makanan dari dua kelompok peserta dan tim chef sampai di meja hidangan karena kami dipersilahkan mencoba, menghabiskan, dan menilai masakan yang telah dibuat. Tak sedikit pula peserta yang tidak kebagian mencicipi hidangan.

Semakin siang, para peserta makin panas. Harum tumisan bawang putih pada butter di menu kedua membuat peserta yang tidak ikut memasak mulai beranjak dari kursi mereka untuk melihat langsung. Akhirnya, setelah masakan kedua tersaji, lagi-lagi tak lebih dari lima menit hasil karya para kelompok ludes oleh peserta, bahkan kelompok yang membuatnya pun tak sempat mencicipi hasil karya mereka.

Menu penutup, giliran saya maju untuk memasak. Saya memilih menu ketiga karena saya belum pernah berkesempatan membuat pie. Sedangkan olahan pasta dan salad pada menu sebelumnya sudah tuntas di tangan saya. Ternyata membuat pie itu cukuplah mudah. Kesulitannya adalah mendapatkan adonan yang tidak pecah-pecah (kalis) ketika dicetak di nampan pie. Situasi menjadi semakin kacau. Peserta sudah tidak betah untuk duduk diam di kursi. Seluruh peserta benar-benar pergi meninggalkan tempat duduk mereka masing-masing dan kru memasak bertambah menjadi 7-8 orang per kompor.

Sekitar pukul setengah dua, peserta bergegas meninggalkan lokasi dan acarapun ditutup dengan menu penutup yang manis. Sebenarnya saya pun juga harus segera kembali bekerja, namun kaki saya terdorong untuk masuk ke dalam toko R&B Grill ini. Alhasil mata saya menjadi “segar” karena disuguhi pemandangan daging dengan teknologi baru yang mereka kembangkan bernama dry-aging yang dapat membuat daging lebih awet dan dapat disimpan hingga dua bulan. Mungkin nantinya dry-aging juga dapat diaplikasikan bagi manusia, supaya lebih awet ya.

Sekian mengenai cooking class perdana saya dari R&B Grill. Saya berharap, hal ini bisa menjadi info bagi pembaca untuk ikut serta dalam kelas memasak berikutnya. Tak lupa saya lampirkan kopian resep di bawah ini yang diberikan saat kelas memasak.

Kopian Resep

Sumber foto : Pribadi dan Twitter Resmi R&B Grill (@R_and_B_Grill)

 
3 Comments

Posted by on October 7, 2011 in Tulisan, Uncategorized

 

Tags: , , , ,