RSS

Tag Archives: tips

Tips Membuat Kue Kering

Kue kering adalah alternatif pilihan untuk setiap occasion, baik itu resmi maupun tidak. Berikut, simak beberapa tips dari kami dalam membuat kue kering yang harus diperhatikan. Supaya dapat dihasilkan kue kering kualitas baik. selengkapnya

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 1, 2012 in Tips, Tulisan

 

Tags: , ,

Brownies Singkong

klik gambar untuk lihat resep

 
Leave a comment

Posted by on September 30, 2012 in Resep, Tips

 

Tags: , , ,

Trik Suguhan Makan Malam Bareng Camer

Oleh: Anisa Titisari

Masalah percintaan barangkali untuk jaman sekarang menjadi isu yang sangat sensitif. Terlalu sensitif bahkan. Tengok saja timeline twittermu, berapa banyak akun yang mengatasnamakan diri sebagai “korban” cinta. Apalagi saat musim kawin tiba. Berapa jumlah akun teman-temanmu yang “sengaja” tak bisa tidur dan menjadi pujangga tengah malam dadakan. Cinta yang kerap terlihat di linimasa memupuskan arti cinta versi saya. Begitu banyak pasangan yang mencaci maki pasangannya karena tidak puas dengan pelayanan cinta yang mereka sepakati sendiri. Di lain pihak, sepasang burung kasmaran berkicau dengan sangat lantang, menampilkan roman-roman epic, meyakinkan seantero linimasa bahwa mereka benar-benar jatuh cinta. Ah, seperti pertunjukan saja yang bisa berakhir bila tiba waktunya. Ada yang lebih ekstrem, sekumpulan jomblowan jomblowati yang sibuk mencari kekurangan dan kelebihan diri mereka. Bahwa mereka pantas atau tidak mendapat gelar High Quality Jomblo. selengkapnya

 
Leave a comment

Posted by on July 13, 2012 in Tips, Tulisan

 

Tags:

Menanak Nasi

Oleh : Elsa Mareta

Menanak nasi atau memasak beras, hal yang terdengar sangat familiar dan terlihat sepele. Tapi jangan salah, banyak orang yang belum bisa memasak beras dengan baik, bahkan ada yang tidak bisa. Ketika memasak beras hasilnya terlalu keras, terlalu lembek, tidak matang merata dan kurang pulen. Untuk mendapatkan beras yang enak, kuncinya adalah perbandingan beras dan air yang pas. Tetapi itu semua sangatlah bergantung dengan jenis beras. Umumnya perbandingan adalah 1:1 atau air kurang lebih 1 ruas jari di atas tinggi beras dalam panci. Kualitas beras yang kurang baik biasanya membutuhkan air yang lebih banyak, bisa sampai 1:2. Untuk mengetahui banyak air yang digunakan dalam memasak beras di rumah, bisa dicoba dengan beberapa cara misalnya, menggunakan perbandingan 1:1 pada awal memasak, kalau dikira terlalu keras, bisa ditambahakan air mendidih pada nasi dan dimasak kembali, masak hingga tanak.

Menanak nasi bisa dengan beberapa cara, antara lain: diliwet, dikukus, memasak dengan rice cooker, memasak dengan microwave oven, dan memasak dengan santan.

1. Diliwet

Nge-liwet adalah cara yang paling mudah dalam memasak beras. Sesudah beras dicuci bersih, masukkan ke dalam panci atau periuk. Tambahkan air sampai satu ruas jari di atas permukaan beras. Masak sampai air terhisap habis sambil sesekali diaduk. Kecilkan api, tutup panci dan masak terus ± 15 menit. Biasanya pada dasar panci akan tertinggal kerak, kecuali bila menggunakan panci teflon anti lengket.

2. Dikukus

Cara ini adalah cara paling aman untuk menghindari nasi tidak matang merata. Sesudah beras dicuci bersih, masak beras seperti meliwet, untuk memperoleh aron atau nasi setengah matang. Setelah itu pindahkan aron ke dalam dandang, yang airnya sudah mendidih. Kukus nasi ± 15-30 menit, sambil sesekali diaduk supaya matangnya merata. Bila nasi yang dimasak dirasa terlalu keras, tambahkan air mendidih secukupnya, siram pada nasi, aduk dan kukus kembali hingga tanak.

3. Memasak dengan Rice Cooker

Rice Cooker adalah alat yang paling banyak digunakan sekarang ini karena dinyatakan lebih praktis. Prinsip memasaknya sama dengan meliwet namun menggunakan panci bertenaga listrik. Rice cooker masa kini disebut magic com yang dapat menahan nasi tetap panas selama lebih dari 24 jam. Alat ini praktis, tetapi vitamin bisa hilang karena dipanaskan terus menerus, sehingga yang dimakan hanya ‘sampah’. Sebaiknya gunakan pada kondisi darurat saja. Ketika memasak beras dengan rice cooker, jangan dibuka sampai nasi matang, biasanya matangnya tidak akan rata, dikarenakan ketika tutup dibuka panasnya jadi tidak merata.

4. Memasak dengan Microwave

Bisa dilakukan dengan cara:

  1. Dimasak seperti diliwet, setelah air terhisap habis, pindahkan ke dalam wadah plastik tertutup, plastik microwavable. Masukkan ke dalam microwave oven pada posisi high/100% selama 4-5menit.

  2. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih dalam wadah. Beri air, tutup permukaannya dengan cling film/plastik. Masukkan ke dalam microwave oven. Atur pada posisi high/100% selama ± 5 menit, lalu turunkan pada posisi medium/75%. Teruskan memasak selama ± 15 menit.

5. Memasak dengan Santan

Setelah beras dicuci bersih, kukus beras sampai setengah matang. Pindahkan ke panci lain, lalu tuangi dengan santan panas. Biarkan sampai santan terhisap habis atau jerangkan di atas api kecil. Kemudian kukus kembali sampai matang. Bila beras langsung dimask dengan santan pada proses aron, biasanya beras tidak matang sempurna. Karena itu, sebaiknya dikukus dulu. Perbandingan santan dengan beras sama dengan perbandingan beras dengan air.

Ada beberapa tambahan yang dapat ditambahkan waktu menanak nasi yakni:

1.       Tambahkan beberapa tetes minyak salad membuat nasi akan terasa lebih enak dan pulen.

2.       Tambahkan beberapa tetes perasan air lemon dapat membuat nasi lebih lunak.

3.       Dengan menuangkan sedikit cuka ke dalam nasi yang tengah dimasak, nasi menjadi tidak mudah basi.

4.       Menanak nasi dengan air teh walaupun berasnya bukan beras baru, hasilnya akan sangat memuaskan. Tidak saja warnanya yang bagus,nasi juga harum dan rasanya pun lebih enak.

5.       Menambahkan bubuk agar-agar, dapat menambah serat pada nasi.

Tips dalam memasak beras:

  1. Cuci beras sampai bersih, hal ini disarankan karena di Indonesia kualitas beras kurang bersih dan untuk menghindari bahan-bahan kimia yang digunakan oleh produsen yang tidak baik. Kadang cara penyimpanan dan cara penyimpanan beras juga kurang tepat, sehingga beras menjadi kotor. Cuci beras dengan cara yang benar, taruh beras di wadahnya, tambahkan air, aduk-aduk dan tiriskan, lakukan berulang kali. Jangan mencuci beras dengan air mengalir karena dapat menghilangkan vitaminnya

  2. Pilih beras yang bulirnya tidak pecah tidak bau apek atau asam, tidak berkutu, tidak ada kotoran atau batu-batu kecil atau sisah gabah.

  3. Ada yang memasukkan beras setelah air mendidih, cara ini paling baik karena beras langsung panas dan menyerap air, protein mengeras sehingga butir nasi utuh tak hancur, di samping itu, lapisan tepung yang mengeras larut dalam air menyebabkan nasi terasa lebih pulen.

  4. Cara mengukur perbandingan antara beras dan air bisa menggunakan gelas ukur atau gelas yang ada di rumah.

  5. Cara mengetahui nasi matang bisa dicicip dan ditepuk-tepuk menggunakan tangan, kalo sudah tidak lengket pertanda nasi matang.

  6. Aduk-aduk beras yang dikukus sesekali, supaya matangnya merata dan lebih pulen. Setelah matang aduk-aduk lagi, supaya lebih tanak.

 
1 Comment

Posted by on December 13, 2011 in Tulisan

 

Tags: , , ,

Mari Gemar Mencuci Tangan

Oleh: Elsa Mareta

Mencuci tangan sepertinya hal sepele, tapi ternyata ini sangat penting. Apalagi kita sebagai orang Indonesia memiliki satu kebiasaan menonjol dalam tata cara makan, yaitu makan dengan menggunakan tangan langsung. Tak jarng kita juga lupa mencuci tangan karena menganggap tangan kita sudah bersih, walau sebenarnya penampakan kuman tak terlihat secara kasat mata. Kuman bisa menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Sakit perut adalah reaksi yang paling sering terjadi setelah mengkonsumsi makanan dengan tangan kotor.

Tradisi makan orang Indonesia yang sering menggunakan tangan menjadi ciri khas dan tetap dipertahankan sampai detik ini. Beberapa rumah makan atau restaurant di Indonesia, seperti rumah makan Padang atau Sunda menjadi contoh nyata sebuah tempat dimana mengkonsumsi makanan dirasa lebih umum (dan lebih enak) menggunakan tangan langsung, tanpa bantuan alat cutteleries lainnya. Biasanya, pemilik rumah makan akan selalu menyediakan tempat cuci tangan berupa mangkuk kecil berisi air (baca: kobok-an) yang sering diberi irisan jeruk nipis atau daun kemangi guna menghilangkan bau-bau tak sedap sesudah makan.

Sebenarnya, mencuci tangan dengan metode itu adalah salah. Praktek mencuci tangan yang kotor dengan metode kobok-an bisa berubah menjadi sebuah disaster, karena mangkuk tersebut merupakan “sup kuman”, berkumpulnya kotoran yang mengandung kuman penyakit disatu tempat yang akhirnya menempel kembali saat tangan diangkat dari wadah cuci tangan tersebut.

Oleh karena itu, mengingat pentingnya mencuci tangan dengan benar, makan setiap 15 Oktober dicanangkan sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia. Nah, supaya kita tidak salah dalam mencuci tangan, inilah gambar tata cara mencuci tangan yang semestinya.

 

Keterangan:

  1. Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.
  2. Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan. Akan lebih baik bila sabun mengandung antiseptik.
  3. Gosokkan kedua telapak tangan.
  4. Gosokkan sampai ke ujung jari.
  5. Telapak tangan tangan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya) dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan kiri. Gosok sela-sela jari tersebut. Lakukan sebaliknya.
  6. Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling mengunci.
  7. Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar. Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.
  8. Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan, kebelakang dan berputar. Lakukan sebaliknya.
  9. Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakukan gerakan memutar. Lakukan pula untuk tangan kiri.
  10. Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.
  11. Keringkan tangan dengan menggunakan tissue dan bila menggunakan kran, tutup kran dengan tissue.
  12. Tangan anda sudah bersih.
 
2 Comments

Posted by on November 27, 2011 in Tulisan

 

Tags:

Yoghurt Sehat Hadir di Rumah Anda!

Mau Frozen Yoghurt? Atau Milk Yoghurt? Pasti camilan satu ini tak ingin dilewatkan begitu saja bagi pecinta kuliner.Yoghurt dihasilkan dari fermentasi susu bersama bakteri yang akan menghasilkan asam Laktat yang berperan dalam protein susu membentuk tekstur gel (kental) dan bau yang unik pada yoghurt. Dewasa ini yoghurt memang sedang digemari oleh masyarakat. Selain karena faktor rasa yoghurt yang bermacam-macam, kini masyarakat juga sudah mulai memahami pentingnya mengkonsumsi sebuah camilan yang memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh. Tak melulu hanya menomorsatukan rasa yang enak saja sehingga mengesampingkan efek buruk yang bisa terjadi di tubuh kita.

Bagi penggemar yoghurt, tidak ada salahnya untuk melakukan sedikit percobaan untuk membuat yoghurt sendiri di rumah. Cukup menyiapkan bahan-bahan di bawah ini :

Bahan:

Susu cair

Susu bubuk

Gula pasir

Yoghurt tawar (digunakan sebagai bibit)

Cara membuat:

  1. Masukkan susu cair, susu bubuk, dan gula pasir ke dalam panci.
  2. Panaskan dengan api kecil sampai suhu mencapai 75-80 derajat celcius.
  3. Diamkan selama 15 menit lalu angkat dan dinginkan.
  4. Kemudian masukkan yoghurt tawar dan aduk sampai merata.
  5. Tutup rapat panci agar susu mengalami proses fermentasi dengan sempurna.
  6. Biarkan selama 24 jam.

It is so easy to make a frozen yoghurt by your own taste.

Anisa Titisari

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2011 in Resep, Uncategorized

 

Tags: , ,

Tips: Menjaga Kesegaran Sayuran

Ada yang tidak suka dengan sayur? Bahan pangan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ini memiliki khasiat dan  gizi yang sangat bagus bagi kelangsungan hidup tubuh kita. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak suka mengkonsumsi sayur mayur hanya karena rasa yang tidak enak. Padahal, komponen pendamping nasi yang biasanya berkuah cair maupun kental ini banyak sekali manfaatnya. Sayuran biasa disajikan atau dimasak dalam keadaan segar, jangan menggunakan sayuran yang sudah layu untuk dikonsumsi. Karena selain sudah tidak enak, gizi yang terkandung pun sudah tidak layak lagi.

Berikut akan dijabarkan cara menjaga agar sayur tetap segar dan bersih saat di masak :

1. Sayur dicuci diair yang mengalir supaya pestisidanya hilang. Bisa juga memakai sabun khusus pencuci buah dan sayur.

2. Hati-hati jika masih ada bercak-bercak putih, karena biasanya itu adalah bekas pestisida yang sudah kering.

3. Buang bagian terluar dari sayuran.

4. Ujung sayuran dibungkus menggunakan kertas untuk menyerap kelembaban di dalam lemari es.

5. Pilih sayur organik karena jenis ini memiliki ciri akar yang lebih panjang dan teksturnya yang lebih renyah dari sayur biasa. Sayur organik juga bebas pestisida.

6. Perlu diingat, cara mengolah sayuran yang paling baik adalah dengan dikukus. Metode ini lebih baik daripada merebus. Mungukus dapat membuat sayuran menjadi lebih cepat matang dan gizi yang terkandung di dalamnya tidak ikut larut dalam air.

7. Tetapi apabila tetap harus merebus sayuran, masukkan sayuran saat air benar-benar mendidih dan lakukan perebusan sebentar saja. Kemudian tutup panci agar nutrisi tidak menguap.

8. Beri sedikit garam di rebusan sayur agar tetep segar dan warna yang ditimbulkan tetep cerah.

Mari konsumsi dan cintai sayuran agar badan tetap segar!

Anisa Titisari

 
2 Comments

Posted by on October 1, 2011 in Tulisan, Uncategorized

 

Tags: