RSS

Toast (2010): Sepotong Cinta Untuk Yang Terkasih

Oleh: Corry Elyda

Freddie Highmore berperan dalam salah satu adegan Toast, film yang berdasarkan memoir seorang penulis makanan British, Nigel Slater

Makanan adalah hal yang tak hanya sangat dekat dengan kita namun juga penting. Bagi sebagian orang, makanan mungkin tak lebih dari sekedar penyedia energi untuk beraktifitas. Beberapa lainnya menganggap makanan sebagai gaya hidup. Sebagian lainnya ada yang menganggap bagian dari filosofi hidup, terutama bila menyangkut penganut agama tertentu. Namun, bagi Nigel Slater, makanan adalah hidup itu sendiri. Hal inilah yang coba digambarkan Toast (2010). Film garapan S.J Clarkson, walau dipenuhi tambahan ini dan itu, masih berdasarkan kisah nyata kehidupan sang koki dan penulis makanan Inggris terkenal, Nigel Slater. Di dalam kehidupan Nigel, makanan adalah segala-galanya. Makanan adalah pusat netral di mana segala konflik dan perkembangan dalam hidupnya terjadi. Tak hanya hal baik, makanan pun ikut terlibat dalam kondisi terburuk hidupnya dan hidup orang-orang tercinta di sekelilingnya.

Manis dan Pahit

Di film ini, makanan menjadi peran penting dalam membentuk kenangan indah hidup Nigel dengan orang-orang terdekatnya. Akrab dengan film-film keluarga Eropa dan Amerika dengan setting 60-an? Biasanya, keluarga terdiri dari ayah yang bekerja dari pagi hingga petang dan ibu yang tidak bekerja. Para ibu ini selalu terlihat cantik dan rapi. Ruang lingkup mereka biasanya di dapur dan adegan paling akrab adalah kegiatan mereka memasak. Kehidupan Nigel kurang lebih seperti itu. Hanya saja, sang ibu tak pandai memasak. Dengan keadaan ibunya yang seperti itu, membuat Nigel makin terobsesi dengan makanan. Nigel sering kali membuang masakan ibunya yang tak jauh dari sandwich atau makanan kaleng. Namun, Nigel, seperti semua anak laki-laki di muka bumi ini, tetap mencintai ibunya. Ia rajin menemani ibunya berbelanja dan mengusulkan makanan baru. DI sini, bakat memasak Nigel diperlihatkan. Nigel terlihat luwes mengolah makanan. Walau tak pandai memasak, ibunya selalu senang menghabiskan waktu dengan putranya untuk mencoba masakan baru. Bahkan ketika ibunya sakit keras, ia masih memaksakan diri membuat sebuah pie bersama Nigel.

Makanan juga jadi kunci penting dalam pasang surut hubungan Nigel dengan ayahnya. Di awal-awal film, kita akan melihat ketegangan hubungan ayah dan anak ini. Nigel sekali mencoba membuat spagetti, namun ketika dicoba ayahnya malah memarahinya karena tiba-tiba sakit asma ibunya kambuh. Nigel juga pernah ditampar karena menolak masakan ayahnya yang itu-itu saja. Namun, semua kejadian buruk itu terbayar ketika Nigel menghabiskan uang tabungannya hanya untuk membeli fillet haddock asap (sejenis ikan laut yang populer di Inggris) untuk sang ayah. Ini satu-satunya adegan proses memasak dengan kamera close up di sepanjang film. Terlihat sangat lezat ketika butter mulai meleleh pada ikan yang dipanggang dengan teknik api di atas wadah panggangan (flambe). Tetapi kemudian, ikan berubah hangus saat ayah Nigel tak kunjung pulang. Penonton dibuat merasakan apa yang dirasakan Nigel saat itu. Dan ketika sang ayah tetap memakan ikan hangus itu bahkan memujinya, penonton yang pernah mengalami kegagalan pertama memasak dan tetap dihabiskan bahkan dipuji oleh orang-orang tercinta, pasti tahu rasanya seperti apa.

Toast dan Lemon Meringue Pie

Lemon Meringue dalam film ini adalah semacam bayangan hitam dari Toast. Bila Toast selalu berhubungan dengan orang-orang terdekat dan sayang pada Nigel, Lemon Meringue adalah kebalikannya. Namun, seperti yang kita tahu, terkadang orang-orang yang jahat malah bisa membuat kita terpacu, demikian pula dengan ini. Lemon Meringue adalah semacam signature dish Joan, wanita yang disewa sebagai tukang bersih-bersih di rumah Nigel. Terlepas dari permusuhan mereka dalam memperebutkan sang ayah, Nigel mengakui kehebatan Joan dalam memasak. Ia ingin sekali bisa membuat Lemon Meringue Pie seperti Joan. Dengan sombong Joan pun berkata, “ciptakan resepmu sendiri.” Hal ini tentu saja membuat Nigel terpacu. Ia belajar membuat meringue pie baik di sekolah atau mencuri-curi membuatnya di rumah. Selintas tak ada yang istimewa dari meringue pie, namun kue ini memang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Lemon Meringue Pie adalah pie yang berisi pudding lemon dengan topping meringue. Sedangkan meringue adalah istilah untuk toping kue yang terbuat dari putih telur yang dikocok hingga keras dan gula. Kesulitannya justru terletak pada putih telur ini yang akan ikut dipanggang. Hasil yang sempurna adalah apabila putih telur tetap mengembang namun juga matang. Membuat Lemon Meringue Pie yang sempurna merupakan simbol kemenangan Nigel terhadap Joan. Namun, tantangan yang lebih besar adalah membuat ayahnya mencicip makanan buatannya. Dalam hal ini, ayah Nigel merupakan orang yang paling dirugikan dari kompetisi Joan dan Nigel. Joan terus menerus membuat makanan enak dan memaksa ayah Nigel menghabiskannya hingga ia merasa tersiksa dengan makanan-makanan tersebut. Lemon Meringue Pie malah membuat ia kehilangan ayahnya.

Sedangkan Toast adalah simbol kasih sayang dan cinta dalam kehidupan Nigel. Roti dalam bentuk sederhana ini malah menjadi hal paling penting dalam hidup Nigel. “Tak perduli seberapa buruk hal bisa terjadi, tak mungkin tidak akan mencintai orang yang membuat roti panggang.” katanya ketika Nigel akhirnya “terpaksa” lagi memakan Toast karena makanan kaleng yang dipanaskan ibunya hangus. Selain berkenaan dengan kenangan sang ibu, Toast tak mengandung pretensi apa-apa. Toast malah terlihat seperti penyelamat bagi masakan-masakan gagal yang dicoba Nigel dan ibunya. Toast yang renyah dengan butter yang meleleh malah terlihat lebih menenangkan karena tak ada yang perlu dipertarungkan dengan roti panggang. Hal ini diperkuat ketika Nigel pergi dari rumah dan mencari pekerjaan di sebuah restaurant. Seorang koki (yang diperankan oleh Nigel Slater yang asli) dengan santai tengah mengunyah toast di belakang restaurant. Nigel sudah memiliki keyakinan yang baik saat melihat laki-laki sedang memakan toast. “Aku bisa membuat Lemon Meringue Pie.” ujarnya sebagai CV. “Ya seperti yang dikatakan orang lain.” jawab laki-laki itu menyepelekan dan mengajak Nigel masuk ke dalam restaurant. “Kau akan baik-baik saja” adalah kata penutup dalam film ini dan Nigel memandang ke penonton dengan tersenyum. Ia telah mendapatkan hidupnya sepenuhnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: